Pengakuan Mantan Ketua PSSI Untuk Maju Di Pilgub

Pengakuan Mantan Ketua PSSI Untuk Maju Di Pilgub | Dalam beberapa hari kebelakangan, politik Indonesia kembali digemparkan oleh pengakuan Mantan ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mengatakan jika Partai yang diketuai oleh Mantan Danjen Kopassus di era Presiden Soeharto. Mereka adalah La Nyalla Mattalitti yang sedang berseteru dengan Ketum dari Gerindra Prabowo Subianto. Perseteruan ini terjadi pada saat Gerindra tidak jadi mengusung Mantan orang no satu di PSSI tersebut maju ke Pilgub Jatim.

Pengakuan Mantan Ketua PSSI Untuk Maju Di Pilgub

Tidak sesuai dengan apa yang dikatakan dari awal membuat pria kelahiran Jakarta 10 Mei 1959 kecewa berat dengan keputusan dari partai berlambang kepala Rajawali tersebut. Demi meluapkan kekecewaannya, La Nyalla pun membuat Konferensi pers dua hari yang lalu tepatnya di hari kamis 11/01/2018. Dalam konferensi pers tersebut, dia mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan segala upaya dan uang juga sudah saya keluarkan demi maju di pilkada Jatim. Mantan Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia periode 18 april 2015 hingga 10 November 2016 ini juga mengakui sudah menemui Ketum dari partai Gerinda, namun dirinya di suruh mengeluarkan uang dengan nilai yang fantastis yakni sebesar 40 Miliar.
(Pengakuan Mantan Ketua PSSI Untuk Maju Di Pilgub)
La Nyalla mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan kabar dari Ketua DPD Gerindra yang berada di Jatim, Supriyanto, bahwa Ketum Gerindra sudah mengetahui jika La Nyalla tidak mendapatkan dukungan dari ulama, sementara dilain pihak ketua umum tersebut bertanya apakah siap menyediakan uang untuk para saksi? Saksi yang akan disebsar di Provinsi Jatim nantinya bersikar 68.000 saksi dikali dengan 200 ribu per orang yang harus dikali 2 jadi setiap kepala mendapat 400 ribu jika ditotal untuk biaya saksi berkisar 28 M, namun mereka meminta kepada saya sebesar 40 M yang harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember tahun kemarin. Lalu saya (La Nyalla) mengatakan ketidak sanggupan dana yang begitu besar. Setelah itu dia pun mengingat kembali dengan penyampaian deri Prabowo yang berkata jika tidak memiliki uang maka tidak perlu maju.

Mendengar hal tersebut dikeluarkan oleh La Nyalla, Gerindra pun buka suara melalui Wakil Ketua Umum yang juga Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon yanng menampik pernyataan dari Mantan Ketua PSSI ke 15 tersebut. Dia mengatakan bahwa pada saat itu Prabowo hanya menjelaskan kesiapaan finansial, untuk memenuhi logistik dalam PIlkada Jatim 2018, dana yang ditnyakan oleh ketua umum kami nantinya La Nyalla yang akan menggunakan sendiri. contoh seperti mengerakan relawan, perjalanan, komsumsi, dan memberikan uang kepada saksi yang berjaga di TPS. Tidak hanya itu saja perlakukan dibentak oleh Prabowo juga diungkapkan oleh La Nyalla dalam konfersi Pers di kawasan Tebet, Jakarta.
(Pengakuan Mantan Ketua PSSI Untuk Maju Di Pilgub)
La Nyalla mengatakan dirinya mendapatkan makian setelah mendapat telepon dari Fadli Zon. Dia pun menceritakan kronologinya, pada saat itu saya mendaptkan telepon dari Fadli Zon, ini saya, mas, inisaya mendapatkan panggilan dari 08 (Prabowo), dimarah marahin dan di maki maki. Tidak hanya itu saja Mantan kopasus tersebut menyuruh agar saya menyerahkan uang saksi. Kedatangan dirinya pada saat itu hanya mendampingi untuk memberikan rekom, kok mahal saya yang mendapat makian. Dia (La Nyalla) tidak menerima perlakukan tersebut dan dalam konferensi pers yang dibuatnya dengan nada kesal dia mengatakan Prabowo itu siapa? Saya bukan pegawainya, kok saya dimaki maki?

Casino Dan Bola Berita Casino Dan Bola Bola Dan Casino http://realschule-willebadessen.de/ http://3yang365.com/ Bola Casino Judi Bola Berita Online Dunia Online